Laman

Rabu, 06 April 2016

BIMA dan Ujian Kejama'ahan Kita

@salimafillah
_____________________________________

Izinkan saya menyebut seorang perempuan: Niken Lara Yuwati.

Barangkali tidak banyak yang mengenal nama di atas. Tapi sosok wanita agung ini ada di balik dua perang besar; yang satu nyaris membangkrutkan VOC pada 1746-1755; yang satu lagi nyaris membangkrutkan pemerintahan jajahan Hindia-Belanda pada 1825-1830.

Niken Lara Yuwati, cucu Sultan Bima, Abdul Kahir I itu, lebih masyhur dikenal sebagai Ratu Ageng Tegalreja, permaisuri Sultan Hamengkubuwana I (1755-1792).

Beliau terampil berkuda, ahli menggunakan patrem (keris kecil), jitu dalam memanah, dan tahan mengarungi perjalanan panjang. Pada Perang Giyanti, dia mendampingi gerilya suaminya menempuh medan yang amat berat di bentangan Jawa Tengah hingga Jawa Timur.

Mengelola Ketidaksetujuan Terhadap Hasil Syuro

Oleh : Anis Matta, Lc.

"Perbedaan adalah sumber kekayaan dalam kehidupan berjamaah. Mereka yang tidak bisa menikmati perbedaan itu dengan cara yang benar akan kehilangan banyak sumber kekayaan. Dalam ketidaksetujuan itu sebuah rahasia kepribadian akan tampak ke permukaan: apakah kita matang secara tarbawi atau tidak?"
RASANYA PERBINCANGAN kita tentang syuro tidak akan lengkap tanpa membahas masalah yang satu ini. Apa yang harus kita lakukan seandainya tidak menyetujui hasil syuro? Bagaimana "mengelola" ketidaksetujuan itu?

Kenyataan seperti ini akan kita temukan dalam perjalanan dakwah dan pergerakan kita. Dan itu lumrah saja. Karena, merupakan implikasi dari fakta yang lebih besar, yaitu adanya perbedaan pendapat yang menjadi ciri kehidupan majemuk.

Ketika Mereka Keluar dari Hizb

X-Man dalam Dakwah Ikhwan
By: Nandang Burhanudin
*****
Keluar dari Struktural Hizb bukan berari harus membenci dan dibenci bahkan mengumbar aib saudara kita. Ini adalah keputusan individu dalam menegaskan jalan dan metode dakwah yang kita yakini. Insya ALLOH ini adalah kekayaan ide dan gagasan yang dimiliki kader dakwah. Selama masih satu aqidah TIDAK ada alasan untuk membenci satu sama lain.

MAKA HATI- HATI TERHADAP PARA PENYUSUP DAN PARA PENGANUT DEVIDE ET IMPERA.

Dalam sejarah Ikhwanul Muslimin. Tak sedikit tokoh-tokoh sentral IM keluar dari jamaah. Ada yang disebabkan alasan fikroh, konstelasi politik, ataupun idari. Di era awal, tercatat tokoh sekaliber Syaikh Al-Ghazali. Pengarang puluhan kitab motivasi di antaranya: Jaddid Hayatak, Fiqh Sirah, dll.

Minggu, 03 April 2016

Muktamar FORMMIT 2016

Alhamdulillah muktamar formmit tahun 2016 telah berakhir dan berjalan dengan lancar. Acara ini bertempat di masjid taichung pada tanggal 2-3 April 2016.
Acara ini terbagi menjadi 4 sesi, yaitu pembukaan, pembacaan LPJ pengurus formmit periode 2015-2016 , pembahasan AD & ART dan pemilihan presiden formmit untuk periode 2016-2017.
Adapun hasil dari muktamar ini memutuskan Bapak Heri Subagiyo sebagai presiden formmit untuk periode 2016-2017. Semoga di kepengurusan beliau formmit semakin maju dan menjadikan formmit sebagai ladang dakwah mahasiswa muslim Indonesia di Taiwan.